Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Disini||

Stargazer_Lily

Engkau hanya menjawab pelan ketika ku tanya alasannya. Bukan, bukan itu yang aku minta. Hanya keinginan untuk mendengar satu alasan yang rasionil, yang engkau keluarkan sesuai dengan degup irama jantungmu, sesuai bisikan nuranimu yang takkan pernah aku ketahui meskipun kutatap jendelanya dengan leluasa.

Kusapa bayangmu di balik kegelapan sebuah pemberhentian, disini… dihadapan bidadari itu kau labuhkan harapan, kau sematkan keyakinan, kau pakaikan dengan bingkai kesetiaan, untuk kedua kalinya, meski berakhir untuk selamanya.
bayang itu tak pernah ada lagi, tersubtitusi dengan bayang-bayang yang tak pernah kukenali. Untaian hati tak terdengar lagi, tereduksi oleh suara yang tak pernah kumengerti.

Disisi ujung bangku kosong itu, kau tatap harap kepastian, kau sunggingkan harapan. Disitu terlukis tapak-tapak penantian, membekas dalam tiap ayunan langkah sang bidadari . Engkau akan kembali, kembali dan takkan berlalu lagi.

Kini ujung penantian itu telah terpahami olehmu, oleh rekan-rekanmu, oleh orang tuamu. Jangan pernah kau salahkan sang bidadari apalagi sampai kau salahkan diri.
Tak perlu kau telan sendiri, karena itu takkan pernah mungkin. Sekeliling sudah merasa, sekitar nya sudah terimbas, takkan mungkin kau sendirian.

Naluri bidadari, meski tercermin dalam dirinya tempaan ujian sepanjang perjalanan, terekam getir dan manisnya episode pencarianya, dia tetap hati yang terkungkung dalam wadah rentan retak. Tak ingin lagi kujumpai keresahanmu, tak sanggup lagi kusaksikan kegundahanmu , tak harap lagi kusentuhi kekalutanmu, dan takkan kubiarkan lagi kuramerasai kekecewaanmu

Kemuliaan Diri dalam Asa

93c0c50c-0de2-410a-8773-44b65add3eeKetika jiwa terasa kerontang,,,ketika hati tak lagi gelisah,,,
ketika niat tak lagi berpadu dengan ketundukan raga,,,
ketika khalbu tak lagi merindui kepasrahan,,,
Apakah ini yang dinamakan karat hati?

Ketika mata tak menuruti khodratnya,,,
Ketika telinga tuli dengan kebenaran,,,
ketika penciuman tak menuruti fitrohnya,,,
ketika bibir hanya mengeluarkan keluhan,,,
ketika kaki tak ingin lagi menapaki kemuliaan,,,
Mungkinkah ini yang disebuti kefuturan?

Ketika diri hanya menuruti hawa,,,
Ketika pribadi tak peduli dengan janji,,,
Ketika perilaku hanya membutuhkan sanjungan,,,
Ketika kesalahan tak dijadikan pelajaran,,,
Ketika perbuatan hanya untuk mendapatkan pengakuan manusia,,,
Benarkah ini yang bernama kemunafikan?

Duhai Rabb yang Maha Tinggi……..
Pribadi ini hanya mengharapkan pengakuan-MU
Langkah ini hanya menginginkan Ridho-MU
Hati ini hanya menginginkan hidayah-MU
Setiap detak jantung ini hanya menghamba kepada-MU

Wahai Rabb yang Maha Suci……..
Bersihkanlah karat yang menutupi khalbu ini,,,
Sucikanlah debu yang melekati jiwa ini,,,
Terangilah pekat yang menggelapi ruh ini,,,
Luruskanlah niat yang mengingini ridho-Mu di jalan ini,,,

Sungguh… jiwa ini takkan pernah sanggup Engkau biarkan,,,
Sungguh… langkah ini takkan pernah sanggup Engkau tinggalkan,,,
Sungguh… diri ini takkan pernah sanggup tenggelam dalam kefuturan
Sungguh… hati ini takkan pernah sanggup berkubang dalam kemunafikan,,,

Yaa Rabb yang Ahad….
Getarkanlah hati ini karena keagungan nama-MU
Gemuruhkan dada kami demi mendengar kallam-MU
Tangiskanlah mata ini karena kecintaan kepada-MU
Hiasilah pikiran ini untuk selalu mengingat-MU
Ijinkanlah bibir ini untuk senantiasa memuliakanmu
Tundukkanlah diri ini untuk selalu menghamba kepada-MU
Mantapkanlah langkah ini untuk senantiasa menapaki jalan lurus-MU
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah meraka yang apabila disebut nama Allah gemeterlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.” (QS.8:2)

Untuk Bunda

mamaTerang dilangit pesona bintang nan gemerlap ribuan mil jauhnya
Terang dibumi pendaran sinar reaksi fusi matahari
Terangnya wajah yang cintanya takan redup dengan berlalunya malam
Terangnya wajah yang cantiknya tak hilang dengan bergantinya pagi

Lelah tak pernah kau hiraukan Letih tak jadi penghalang
Lesu bukanlah hambatan
Lemah badan bukan perintang

Ditengah panasnya matahari, jalanmu tak pernah goyang
Diderasnya hujan, langkahmu tak pernah gentar
Dikelamnya malam, penatmu tak pernah Engkau hiraukan
Didalam penatnya badan, masih kau simpan perhatian

Untuk kami ibu, putra putrimu,
Engkau berjuang, ditengah himpitan kehidupan
Untuk kami ibu, buah hatimu
Engkau abaikan kebebasan

Tak Kau hiraukan luka ditubuhmu
Tak Kau pedulikan perih dihatimu
Tak Kau jadikan beban perilaku kami
Tak Kau jadikan masalah sifat manja kami

Ibu,,
Dengan apa kami berterimakasih padamu
Dengan apa kami balas kasih sayangmu
Sementara keikhlasanmu tak membutuhkan balasan
Sementara kasih sayangmu tak memerlukan imbalan

Hanya sepotong do’a yang mampu kami panjatkan,
Hanya sepotong do’a dalam setiap sujud kami
Untukmu Ibu,,
Wanita yang mengorbankan ambang batas hidup dan matinya
Wanita yang rela mengorbankan kehidupanya, untuk kelahiran kami, kehidupan kami

Ra Rahman,, muliakanlah keluarga kami dengan tetesan embun hidayahmu…
Amiin…

Alarm Hati

Ada satu cinta dimana Sang Pemberi cinta tak pernah berhenti memberikan cintaNya.
Ada satu cinta dimana Sang Pemberi cinta tak pernah mengharapkan balasan dari sang penerima cinta
Ada satu cinta dimana Sang Pemberi cinta tak akan pernah meninggalkan sang penerima cinta.

Walaupun, terkadang sang penerima cinta menduakaNYA, memberikan tandingan2 yang secara tak sadar dapat menjauhkan diri dari nikmat cintaNYA yang takan pernah dapat terhitung dan terukur oleh apapun di dunia ini.
Dialah yang maha pencemburu ketika sang penerima cinta bermaksiat kepadaNYA.
Dialah yang tidak pernah rela ada titik noda dalam jiwa sang penerima cinta, yang mana noda terssebut menimbulkan karat, merusak hati perlahan nan pasti, yang akhirnya menyebabkan jiwa itu mati.
Dialah Ar-Rahman,, Yang Maha Mencintai setiap hambaNYA

Ya Haadii,, janganlah Engkau padamkan cahaya dalam hati kami setelah Engkau memberikan lentera di qalbu kami.
Ya Rahiim, janganlah Engkau jauhkan kami dari nikmat cintaMu, setelah kami mereguk manisnya hidangan dari jamuan cintaMu.
Ya Haadii, janganlah Engkau biarkan kami dalam kemaksiatan, setelah Engkau menunjukan kami jalan lurus menuju cintaMu.
Ya Kariim, janganlah Engkau biarkan kami menghinakan diri kami sendiri karena terlena dalam kecintaan pada dunia.
Ya Ghaffaar, Ampuni kesalahan dan kekhilafan kami, orang tua kami, saudara2 kami,dan hamba2 mu yang mencintai kami karena cintanya padaMU.
Ya Rabbuna, pertemukanlah kami dengan hamba2Mu yang cintanya kepadaMU menjadikan jalan untuk mencintai kami, yang membawa kami untuk menggapai keridloanMU.

Wahai penggenggam jiwa kami, Ikhlaskan jiwa ini hanya karena mengharap ridloMu. Jauhkanlah perilaku kami dari kesia-siaan.
Wahai yang membolak-balikan hati, Istiqomahkan kami di jalanMu “Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika.”
Wahai pemilik nyawa kami, RahmatMu kami harapkan, perbaikilah segala urusan kami, janganlah engkau serahkan segala urusan kami walau sekejap mata, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.
Ya Allah, Jadikanlah Al-Quran sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku, dan pengusir keluh kesahku. La Hawla wa la kuwata illa billah. Amiin…

Terima kasih untuk saudara-saudaraku yang selalu mengingatkan dan menasihatiku. Baarakallahu fik.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati dalam menetapi kesabaran.”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.